Rakerda Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur Ronggolawe Nusantara

Kediri, mediaronggolawe.com –  Organisasi Perkumpulan Ronggolawe Nusantara pertama kali menggelar Rapat Kerja Daerah Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur di Hotel Lotus, Kediri, Jawa Timur Minggu, 30 Oktober 2016. Demi merapatkan barisan untuk terus berkibar semakin jaya Ronggolawe Nusantara di Wilayah Jawa Timur Bagian Timur. DPW Jawa Timur Bagian Barat terus berkoordinasi untuk menjalankan sistem Organisasi Ronggolawe Nusantara dan sistem penjurian Ronggolawe. Demi ilmu  sistem ilmu penjurian Ronggolawe Blok dorong untuk mengetahui kemampuan juri saat memberikan penilaian di arena kompetisi burung berkicau.

“Menjadi pengurus organisasi Ronggolawe Nusantara itu harus bisa pintar dan bekerja sesuai AD/ART. Serta harus mampu mencetak juri Ronggolawe dan mengerti tentang organisasi dan sistem penjurian agar Ronggolawe Nusantara bisa diterima Kicaumania dengan sistem penjurian yang sportif, adil, jujur dan professional,”ujar H. Makhfuz Solaiman atau yang lebih dikenal Kang H. Ebod Canary, Pendiri Organisasi Perkumpulan Ronggolawe Nusantara setelah membakar semangat para anggota Ronggolawe Nusantara DPW Jawa Timur Bagian Barat. Kepalan tangan kuat sambil diangat ke atas, berteriak “ Ronggolawe…. Pasti, Ronggolawe… Jaya…Ronggolawe… Pasti Jaya, Ronggolawe Nusantara…Jaya, Jaya, Jaya terdengar bergemuruh membakar semangat kepedulian, semangat persahabatan dan semangat mencintai lingkungan perburungan Indonesia.

DPW Jawa Timur Bagian Barat sudah terbentuk DPC Bojonegoro, DPC Nganjuk, DPC Surabaya, DPC Pare, DPC Ponorogo, DPC Kediri, DPC Jember, DPC Ngawi, DPC Terenggalek, DPC Pacitan, DPC Tulung Agung, DPC Bojonegoro, DPC Banyuwangin, DPC Pasuruan.

Dibawah kepemimpinan Bagus Ketua DPW Jawa Timur Bagian Barat menjadi sebuah titik terang untuk Ronggolawe Nusantara semakin jaya dan dicintai kicaumania. Seluruh DPC yang ada di bawah kepemimpinan Bagus DPW Jawa Timur bagian Barat harus berdikari percaya diri untuk mencetak juri-juri Ronggolawe local agar bisa mengurangi biaya akomundasi saat kompetisi burung berkicau di gelar. “DPC Jember di bawah kepemimpinan DPW Jawa Timur menyatakan akan menjadikan visi, misi dan sistem penjurian Ronggolawe Nusantara dicintai kicaumania. Kami memang baru merintis, kami pastikan sekarang sudah mampu bersaing dengan lapangan kompetisi burung berkicau lainnya,”ujar Ismadi DPC Jember.

Perbedaan itu harus menjadi kekuatan untuk terus maju, jadi tidak perlu mengingat kembali masa lalu untuk Ronggolawe Nusantara semakin jaya. Ia berharap pengurus organisasi Ronggolawe Nusantara DPW Jawa Timur selalu memiliki satu visi dan misi untuk dunia perburungan tetap jaya. Jangan pernah ada perbedaan dalam sebuah organisasi berbeda pendapat itu boleh tetap kesepakatan bersama yang sudah di tetapkan dan di putuskan harus menjadi satu suara ketika terdengar di luar. “Kita boleh berargumen tapi tetap satu kata, Mari bekerja sama dan menjalankan keputusan bersama-sama untuk Ronggolawe Nusantara Jaya,”katanya.

Ia mengatakan Pengurus Ronggolawe Nusantara DPW Jawa Timur harus menjadi orang tua bagi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) DPW Jawa Timur dan juri-juri Ronggolawe Nusantara. Untuk Ronggolawe Nusantara DPC juga harus memiliki lapangan festival dan kompetisi burung berkicau permanen agar bisa menjadi wadah dan tempat untuk kicaumania silahturami bersama Ronggolawe Nusantara. Memang menjadi sebuah organisasi itu cukup susah karena harus menyatukan berbagai pendapat, ide dan pelaksanaan di lapangan. Namun jika pengurus bisa saling bekerjasama dengan baik pasti Ronggolawe Nusantara bisa lebih baik dari organisasi perburungan lainnya.

Ronggolawe Nusantara merupakan organisasi berazaskan Pancasila dan organisasi yang bersifat independent. Organisasi inipun bercirikan kepedulian lingkungan, kekeluargaan, profesionalisme dan Sosial kemasyarakatan. Organisasi Ronggolawe Nusantara yang dibentuk semua anggota harus peduli sosial dan sangat memperhatikan lingkungan hidup senada dengan pasal 6 dari AD/ART Ronggolawe Nusantara yang mengedepankan Konservasi Alam, Pelestarian Burung berkicau melalui penangkaran.

Lebih lanjut ia menambahkan, kalau semua anggota Ronggolawe Nusantara harus berdaya, mulai memapankan kehidupan dengan melatih berbagai kemampuan yang nantinya para anggota Ronggolawe Nusantara berdaya, mampu memberikan bantuan sosial, kepada masyarakat yang membutuhkan, mampu menjadi contoh sosial yang positif dan penuh tanggung jawab serta berjiwa sosial tinggi.

Pembinanaan kewirausahaan disegala bidang, merupakan agenda utama yang harus segara tercipta, sebelum keluar, semua anggota Ronggolawe nusantara harus memiliki kemampuan yang mampu memberikan keuntungan, tak lain jiwa kewirausahaannya harus diasah. Tiga pilar yang diusung dari Ronggolawe Nusantara adalah Hobi, Pelestarian dan Persahabatan, harus melekat dihati dan jiwa para anggota Ronggolawe Nusantara.

Ia menegaskan kembali kalau Ronggolawe Nusantara adalah sebuah Ormas, kemasyarakatan yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya serta umumnya masyarakat Indonesia . ”Ini satu-satu organisasi kemasyarakatan yang menjadi organisasi perkumpulan yang terbuka dan tidak ada tokoh sentral tetapi harus mengikuti peraturan yang berlaku di AD/ART Ronggolawe Nusantara, ” Ujar Kang H. Ebod.

Ketua Koordinator Wilayah Ronggolawe Nusantara DPW Jawa Timur, Agus Pia sangat setuju dengan program kerja DPW Jawa Timur untuk Ronggolawe Nusantara semakin jaya untuk terus berkembang di wilayah Jawa Timur yang sangat luas. “Saya siap mendukung dan melakukan kunjungan langsung ke arena kompetisi burung berkicau di wilayah. Ayo kita tingkatkan komunikasi dan koordinasi untuk memajukan Ronggolawe semakin jaya secara bersama-sama tanpa mengedepankan perbedaan pendapat,”ujarnya.

Dian Toto Bidang Organisasi DPP Ronggolawe Nusantara memang belum lama, memang besar sekali organisasi Ronggolawe Nusantara karena semua kicaumania hadir dari seluruh Indonesia saat Deklarasi Ronggolawe Nusantara bulan Mei 2016 di Cibubur. Sedangkan, untuk Organisasi Ronggolawe Nusantara DPW Jawa Timur sangat luas lingkup wilayahnya. Makanya, kita akan mengevaluasi tentang organisasi bisa berjalan dengan sistem penjurian Ronggolawe untuk kicaumania semakin mencintai Ronggolawe Nusantara.  Dengan menciptakan pertandingan kompetisi burung berkicau yang fair play maka peganglah ilmu dengan bijak untuk kicaumania semakin jaya bersama Ronggolawe Nusantara.  (Ahmadi 28/Oktober 2016)

 

Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login