PT. Mega Bumi Indah Lestari Bogor, Sukses Tangkarkan Cucak Rawa Berkualitas

 

Melihat dari dekat tempat breeding burung kicauan Mega Bird & Orchid Farm (MBOF) yang berada di desa Cijujung Tengah  Rt 04 / 05  Sukaraja Bogor memang mengasikan, selain sambutan sang pemilik hangat, tempat yang ditata sedemikian asri nan artistik membuat pengunjung betah. Tak heran saya bisa berlama-lama disana, terlebih para perawatnya begitu baik melayani dan memberikan informasi secara gamblang terhadap tamu yang menggali info.

Lahan breeding yang luasnya hampir 10.000 M ini semuanya diisi unggas dan burung ocehan dari berbagai jenis, baik dari dalam negri maupun luar negri . Tak kurang dari puluhan jenis burung ocehan yang rata-rata keberadaan dihutan aslinya sangat berkurang, mampu ditangkarkan dilahan luas itu. Sebut saja burung cucak rawa asal Medan yang punya postur besar dan suara menggema ini sukses dikembangbiakan disana. Sekitar 30 indukan yang yang produktif mengisi kandang-kandang gelap yang diseting sesuai karakter burung tersebut, nyaman, tenang dan sejuk.

Puluhan kandang  gelap yang terbuat dari batako dengan ukuran 3m x 2m x3m  berdiri kokoh di halaman belakang kandang ternaknya MBOF. Selain terkesan rapi, kandang tersebut juga memang terlihat nyaman dihuni burung, air mengalir serta pepohonan yang rimbun  menambah betah burung. Secara nyata Drs.Megananda Daryono MBA sukses mengembangbiakan burung kebanggaan warga Kalimantan dan Sumatra ini . Saat dikunjungi kebetulan sedang bongkar kandang, anakan umur 5-6 hari mulai dipanen dan dimasukan ke inkubator, kandang khusus penyimpanan anakan.

Selain diberikan pakan lengkap, vitamin serta obat-obatan untuk kesehatan anakan juga diberikan, tak heran burung-burungnya tumbuh sehat. Menurut M.Supriyanto sebagai Manager MBOF, langkah penangkaran sudah berjalan puluhan tahun lalu. tepatnya tahun 1996 MBOF sudah memulai penangkaran. Sampai saat ini puluhan bahkan ratusan anakan cucak rawa sukses dibesarkan. Tak hanya itu MBOF yang kini sudah berubah menjadi  PT MEGA BUMI  INDAH LESTARI telah sukses menangkarkan cucak rawa bersuara rovel, bahkan beberapa  anakannya sudah banyak pula yang berprestasi di lapangan atau menjadi burung lomba.

Memang pemiliknya suka akan lomba, sehingga ia paham betul bagaimana mencetak burung cucak rawa yang berkualitas dan layak masuk lomba.Tak heran pemain senior penyuka burung cucak rawa terus mendatangi kediamannya. Mereka yang datang  dari berbagai pulau di Indonesia. Padahal yang dipatok Mr.Supri sangat tinggi, Lihat saja yang baru gacor tetapi rovel di bandrol mulai harga 30-60 Jt.  Kunci kesuksesan breeder yang satu ini tak lain pemilik dan para pekerjaanya punya jiwa melestarikan. Alias cinta terhadap apa yang dipeliharannya tanpa batas waktu.

Ia sangat bahagia kalau ada burung-burung langka sukses ditangakarkan dan ia sangat bersedih kalau mendapati burung langka punah dari habitat asalnya. Langkah-langkah sebagai pelestari secara global sudah dilakukannya, dengan mengantongi ijin menangkarkan berbagai macam burung, unggas langka yang terancam punah di idonesia, makin menguatkan Mega dan kawan-kawan konsisten dijalur pelestarian. Beberapa waktu lalu, beliau menyampaikan kekhawatiran tentang penangkapan liar satwa-satwa yang dilindungi, bukan itu saja  penjualan keluar negri juga akan mengancam keberadaan burung langka di hutan Indoesia. ”Saya hanya ingin bumi dan hutan indonesia bernyayi. Tentu kita tak ingin melihat hutan  habis pengisinya. Ini tanggung  bersama ,tanggung jawab anak banggsa sebagai pewaris kekayaan hayati hutan kita ”Paparnya.

MBOF sangat peduli terhadap kicau mania yang tertarik terhadap penangkaran, sehingga watunya terbuka sekali untuk  dimintai keterangan seputar penangkaran, M.Supriyanto bahkan bisa memandu bagi pemula yang ingin breeder. ”Kami terbuka sekali buat kawan-kawan yang ingin breeding, semua kebisaan saya akan diberikan bagi siapa yang memerlukan, prisipnya makin banyak penangkar, makin banyak harapan menyelamatkan kekayaan burung kicauan di hutan aslinya ”Ungkapnya. Suksesnya Cucak rawa Medan ditangkarkan menajdi bukti  rendah kekhawatiran burung ini musnah. (Yan/22)


Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login