Laler Hitam, Dongkrak Prestasi Di Argro Community

Salam Ronggolawers. Bagi kicaumania sobat ronggolawers yang satu ini, memelihara burung ocehan sudah menjadi hobynya sedari kecil, dan bagianya memelihara burung ocehan mendapat kepuasan batin tersendiri yang tak ternilai. Dan saat ini, kegemaran memelihara burung ocehan pun lebih diseriusinya. Mr. Iwan. Irz Bf nama bekennya di arena lomba. “ Saya suka burung ocehan itu mulai dari saya kecil, dan tidak mengerti serta merasakan seperti apa rasanya mengikuti lomba burung. Burung ocehan pertama yang saya miliki itu Cendet, saya hanya menjadikan burung tersebut sebagai burung piaran saja, saya suka cendet sampai tahun 2006. Memasuki tahun 2012, saya tidak lagi memelihara cendet, tapi saya memelihara Cucak hijau dan di tahun sama pula saya mengikuti lomba burung sekelas Latberan dengan amunisi cucak hijau.”  Kata Mr. Iwan. Irz Bf.

Lantas apa yang membuat Mr. Iwan. Irz Bf terpikat oleh Murai batu dan mulai kapan fokus menjadi pemandu bakat biduan berekor panjang ini ?

“ Saya jatuh hati ke Murai batu karena keunikan pada ekor panjang yang dimiliki burung ini. Selain itu, irama lagunya juga enak didengar dalam suasana apapun. Terus gaya burung ini waktu bertarung juga membuat saya terkiwir-kiwir sama Murai batu” Ujar Sobat ronggolawers asal Kota Proklamator, Blitar ini.

Dan saat ini. Mr Iwan. Irz Bf ini memiliki gacoan murai batu hasil silangan antara murai batu Balak dengan murai batu Medan. Gacoan yang diberi nama Laler hitam ini memiliki cirri-ciri totol putih pada kepalanya. Dan, bisa dikategorikan sebagai murai batu jawara dengan keistimeawan yang terletak pada irama lagu dan gaya bertarung yang biasa dibawanyan sewaktu berlaga sehingga mampu membuat juri terpikat. Laler hitam yang juga hasil breeding Mr. Iwan denag ring Irz Bf. Beberapa waktu lalu, gacoan murai batu milik Mr. Iwan yang diberi nama Laler hitam ini, unjuk gigi di arena latber Agro community yang berlokasi di pasar modern Puspa agro. Jl. Jemundo, Taman – Sidoarjo.

Di session kedua kelas Murai batu B, Laler hitam berhasil mengondol juara ketiga dan di kelas Murai batu C, berhasil meraih juara kedua. “ Laler hitam baru seminggu keluar kandang dan baru kali ini saya turunkan di arena latber pasca keluar kandang. Dan meraih juara 3 di kelas murai batu B dan juara 2 kelas muri batu C. Laler hitam sudah 3 kali ngurak, dan sudah harus masuk kandang untuk dijodohkan.

“ ujar Mr. Iwan. Bukan tanpa sebab jika Laler hitam mampu meraih gelar juara di arena Latber Agro community yang dikenal sebagai arena Latber yang banyak diikuti oleh gacoan-gacoan murai batu berkualitas di wilayah Sidoarjo, Surabaya dan sekitarnya. Untuk bisa merebut gelar juara, Laler hitam mengandalkan isian Cililin, Kenari dan Kolibri ninja, tetapi menurut Mr. Iwan, Laler hitam lebih dominan membawakan isian Kenari sabagai suguhan untuk para juri. “ Laler hitam, ketiga bertarung selalu menyuguhkan isian kenari yang mampu dibawakannya dengan lihai.” Kata Mr. Iwan sang empu pemoles Laleh hitam yang sempat ditawar sebesar 15 Juta oleh kicaumania dari Surabaya.

Untuk bisa mencetak murai batu seperti Laler hitam, ternyata sobat ronggolawers yang berdomisili di Green park residence, Ganting – Gedangan ini tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Adapun perawatannya, sebagai berikut :

Perawatan Harian.

  • Pukul 5.30 pagi Laler hitam diembunkan
  • Jam 8 pagi dimandikan, dijemur dibawah terik matahari langsung sampai jam 9 pagi.
  • Setelah itu diangin-anginkan selama 15 menit.
  • Lantas dikrodong, sebelum dikerodng, Laler hitam diberi jangkrik ekor 5 dan kroto, 2 dengan takaran sendok teh, selama di krodong Laler hitam diperdengarkan suara master ( Cililin. Kenari. Kolibri ninja )
  • Pukul 15.00 atau pukul 3 sore, kerodong dibuka dan diberi lagi Jangkrik ekor 5.
  • Mulai jam 3 sore dampai jam 5 sore, Laler hitam hanya diangin-anginkan.
  • Setelah diangin-anginkan Laler hitam kembali lagi dikerodng dan diperdengarkan suara masternya lagi sampai keesokan paginya.

Perawatan Sebelum Lomba.

  • H-3. 6 ekor jangkrik (pagi – Sore ).
  • H-2. 7 ekor jangrik pagi hari dan 8 ekor jangkrik diberikan sore hari.
  • Pada masa-masa ini Laler hitam full kerodong.
  • H-1. Diberi 5 ekor jangkrik.
  • Kerodong baru dibuka ketika sudah di arena lomba.
  • Di arena lomba. Laler hitam diberi 5 ekor jangkrik dan 3 ekor Ulat hongkon ( UH ). Ini dilberlalukan ketika Laler hitam akan diturunkan pada session awal.
  • Jika Laler hitam diturunkan pada session kedua, maka jangrik yang diberikan 3 ekor dan 2 ekor Ulat hongkong. Hasil ternakan sendiri. Penawaran 15 Jt oleh pemain Surabaya. Harga kurang sesuai.

Perawatan Pasca Lomba.

  • Seusai mengikuti lomba, sesampainya di rumah, Laler hitam dimandikan di bak mandi atau krambah. Mandi pun hanya selama 15 menit saja.
  • Jangkrik tidak diberikan lagi, hanya diganti dengan voer Ronggolawe.

Itulah yang dilakukan Mr. Iwan. Irz Bf, dalam merawat Laler hitam, gacoan Murai batu hasil dari kandang breedingnya sendiri sehingga moncer di arene lomba. Sekiranya bisa menginspirasi sobar ronggolawers untuk merawat gacoan murai batu yang anda miliki. Selamat Mencoba. Semoga Berhasil. Salam Ronggolawers. Bravo Kicaumania Nusantara.

Narasumber.

Mr. Iwan. Izr. Bf.

Pemilik Murai Batu. Laler Hitam.

Denny_Sby.

05Des2016


Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login