Moncer Di Imlek Cup, Trophy Juara MB Suchoi Menjadi 147 Buah

 

Indrapura, mediaronggolawe.com:  Jika bukan Adi Aceh sebagai pemiliknya, murai batu dengan nama Suchoi Star mungkin sudah dilego. Sebabnya, murai batu yang satu ini pernah bermasalah selama dua tahun. Ekornya tidak tumbuh-tumbuh. Namun kesabaran panjang dan usaha maksimal dalam merawat, ekor Suchoi Star akhirnya kembali seperti biasa dan tidak mempengaruhi peformnya di bawah gantangan.

Setelah dua tahun tak pernah gantangan, tanggal 30 September 2016, Suchoi Star turun perdana dan langsung moncer bahkan mencetak hattrick di Pematang Siantar.  Minggu tanggal 8 Januari 2017, Suchoi Star melanjutkan trend positip. Dalam gelaran pameran dan kontes burung berkicau Imlek Cup 2568 di Indrapura, Kabupaten Batubara, Sumut, Suchoi Star tiga kali gantang. Hasilnya,  juara I di kelas utama Murai Batu Campuran Naga, dan juara III di  kelas Murai Batu Ekor Putih Barongsai dan Kelas Murai Batu Campuran Angpau.

Nazmuddin Degam, yang sehari-hari menangani perawatan Suchoi Star mengatakan, ngurak terakhir ekornya tidak tumbuh.  Setelah diatasi  dengan berbagai jenis obat-obatan penumbuh bulu dan rajin memandikannya dengan Sampho Jatijajar, ekornya kembali tumbuh seperti semula.  Dari September  2016 hingga awal Januari 2017, Suchoi Star telah berhasil mengumpulkan 27 buah trophy juara. Jika ditotal dengan trophy sebelum bermasalah, Suchoi Star sudah mengumpulkan 147 trophy juara 1.

Di Imlek Cup, Suchoi berhadapan dengan murai-murai batu juara Sumut. Lawan terberatnya Putra Gayo, milik Cut Aceh dari Rantoprapat. Putra Gayo kalah di kelas utama. Namun di dua kelas berikutnya, Putra Gayo berhasil menjegal Suchoi. Murai batu lain yang mencoba mengganjal Sucoi adalah Gajah Mada milik Atak, Baracuda milik Apiu. Gajah Mada hanya menempati juara dua di kelas murai batu campuran angpao, dan Baracuda juara dua di kelas murai batu ekor putih barongsai.

Sekilas jika diperhatikan,  Suchoi Star hampir sama dengan murai batu lain. Ekor model gunting, body proporsional dengan panjang ekornya. Namun volume suaranya jauh diatas rata-rata.  Kelebihan lainnnya, Suchoi rapi dalam membawakan isian. Istilah saat ini ini, membawa lagu dengan roll tembak. Nilai plus lain, Suchoi anteng alias nagen di satu tangkringan saat menghadapi lawan-lawannya.

Perawatannya pun tidak terlalu istimewa. Jangkrik harian hanya 10 ekor. Pagi 5 ekor dan dan  sore 5 ekor. Mandi  hanya 3 kali 1 minggu. Masa penjemuran dan umbar  2 kali seminggu.

Melihat penampilan Suchoi Star yang terus berada di jalur juara, membuat Adi Aceh makin optimis menatap lomba 2017. Beberapa lomba besar yang sedang ditarget adalah, Batu Bara Cup I, Piala Kapolres Tanjung Balai dan Festival dan Pameran Burung Berkicau Ebod Strong Bird Champion yang akan digelar DPW Ronggolawe Nusantara Sumut tanggal 5 Maret 2017, di Lapangan Bola Persid, Jalan Gaperta Medan.  Sihotang 04 Jan17. Kicau mania yang ingin muat di mediaronggolawe.com, bisa menghubungi kami di Hp: 0812 6312 0000, email: [email protected].


Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login