Mengenalkan Blok Dorong Di Kota Pekan Baru

 

Judul tersebut yang selalu menjadi pegangan Mr.Ari peserta diklat juri Ronggolawe yang datang langsung dari Riau. Pria berdarah Magelang-Riau ini sudah sejak lama ingin mengikuti diklat Ronggolawe. Mulai terjun di dunia perburungan sejak tahun 2008 bukan waktu yang singkat untuk mengenal dunia kicauan. Dengan niat tulus ingin belajar menjadi pengadil yang amanah dengan pakem Ronggolawe, ia kuatkan tekat untuk berangkat diklat ke Jawa Tengah atas refrensi dari Bapak.Dian Toto.

Pria kelahiran 1989 ini sangat mudah berbaur dengan peserta lain. Sifat ramah dan sopan mengajak peserta lain berbaur dalam aura ceria yang diberikan olehnya. Semua peserta diklt mengenal sosok Mr.Ari ini, karna setiap bertemu siapa pun yang dia belum kenal selalu ia mengajak berkenalan dan sedikit berbincang-bincang menegnal satu samalain. Di setiap jeda istirahat atau cofe break ia selalu berkeliling menghampiri peserta yang sedang berbincang-bincang.

Sebenarnya sudah sangat berpengalaman untuk menjadi pengadil dilapangan, 2 tahun menjalani profesi juri independent, dan pernah sekali mengikuti diklat juri di organisasi lain sangatlah cukup sebenaranya. Namun karna ia merasa cocok dan berencana ingin mengmbangkan Ronggolawe di Kota Pekanbaru, diklat juri menjadi jembatan pertama untuk mengenalkan Ronggolawe di daerah asalnya. Selama mengikuti diklat ia nampak paling aktiv bertanya mengenai pakem Ronggolawe. Semangatnya bisa dijadikan contoh untuk semua peserta diklat. Bukan jarak yang men jadi penghalang namun kemauan yang menjadi jembatan itulah gambaran tepat sosok juri muda dari Pekanbaru ini. Semangat yang menggebu-gebu mengantarkannya hingga tiba di Hotel Nirwana Pekalongan dimana diklat juri Ronggolawe Jawa Tengah berlangsung. Meski baru sehari bertemu ia nampak sudah akrab dengan orang disekelilingnya, dengan candaan khasnya dengan logat Sumatra ia berusaha menghibur kawan-kawanya di waktu senggang.

Tak banyak persiapan untuk berangkat diklat ke Jawa tengah ini, karna menerima kabar dadakan dari Bapak.Dian Toto ia langsung bergegas berangkat melalui jalur penerbangan menuju Pekalongan tanpa pikir panjang. Setiba di Pekalongan ia lalu menuju hotel untuk regitrasi dan langsung megikuti diklat meski sedikit terlambat. Mr.Ari tak ingin ketinggalan banyak mengenai matery yang diberikan mentor. Di setiap pembahasan selalu diselipka sesi tanya jawab untuk peserta yang belum begitu paham, di situ ia memantabkan apa yang ia dapatkan di setiap pembahasan. Setelah usai pembahasan ada moment sangat ia tunggu-tunggu akhirnya tiba, pembagian kaos peserta diklat juri Ronggolawe.

Setelah ia mendapatkan kaos tersebut expresi bahagia terlihat di wajahnya, ia seakan tak percaya bahwa bisa mendapat pengalaman yang sangat berharga ini. Di hari kedua pematangan matery kembali dibahas oleh mentor dari divisi juri pusat. Dimana etika juri benar-benar harus dijaga dan ditegaskan. Seusai pembahasan teory dilanjutkan dengan simulasi penilaian juri di gantangan. Mr.Ari diberi kesempatan untuk mempraktekan bgai mana langkah yang benar system penilaian blok dorong. Simulasi gantangan menjadi acara penutup diklat juri Ronggolwe Jawa Tengah dan kini Mr.Ary sudah resmi menjadi juri Ronggolawe Nusantara.

Sebagai pemantapan sebelum kembali ke Pekanbaru, Piala Batik menjadi test mental untuknya dalam mempraktekan apa yang apa yang diperoleh selam diklat. Dan ternyata memang niat dan kesungguhannya luar biasa. Dalam proses penjurian di Lomba burung Piala Batik system yang diterapkan sudah ia pahami dengan sangat detil. Sungguh pengalaman yang luar biasa karna Mr.Ari satu-satunya juri diklat yang bertugas di piala batik dan pertama kalinya ia menilai 72 burung dalam satu gantangan.Tak hentin-hentinya Mr.Ary mengucap syukur atas pengalaman yang Tuhan berikan, meski hanya dalam waktu singkat namun akan terkenang selama hidup..

Obbz/3/oktober/2016
CP/WA;089506441724
Email/FB; [email protected]

Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login