Marongge Seram

 

Prestasinya yang begitu luar biasa di Jabodetabek bahkan hingga Jawa Tengah beberapa bulan ini, membuat penasaran banyak kicau mania Jawa Tengah, terutama dari Kota Semarang. Setelah bermain nyeri dengan di Event Akbar Dandim Cup 0733 BS/SMG, Marongge menjadi buah bibir karena kinerjanya yang memukau.

Selain nyeri di Dandim Cup 0733 BS/SMGEvent Akbar yang di poles oleh Om Rofiq Ketua DPC Ronggolawe Semarang, Marongge Love Bird besutan Om Adeka Bogor ini ternyata juga meraih prestasi yang istimewa pula di event Piala Jogja Istimewa, dengan di kawal oleh sepasang kru yang selalu konsisten menggunakan Miltih, Milet Putih pakan unggulan produk dari Ebod Jaya yang merupakan pakan harian Marongge, penampilan Marongge pun selalu stabil, tidak hanya  Om Taqim Gayo dan Om Faris, peserta lainnya yang merupakan rivalnya pun turut terpukau melihat kerja Marongge di gantangan.

Memiliki keselarasan antar Om Taqim Gayo dan Om Faris serta  Marongge,  ketiganya seakan sudah menyatu untuk memberikan penampilan terbaiknya di arena lomba, berbagai arena di Jabodetabek sudah di jelajahinya, berbagai event organizer terkemuka di Indonesia di ikutinya, Ronggolawe, Radjawali, PBI, KM, BnR bahkan Independent, bagi Om Adeka semua event Organiser itu bagus, tetapi yang lebih bagus lagi adalah penjurian yang akurat dan hadiah yang memuaskan  dengan tiket yang minimalis, salah satunya Event Organiser Ronggolawe yang selalu mengadakan Lomba dengan hadiah yang memuaskan, dan rasa lelah saat perjalanan serta merawat Marongge terbayar sudah

Menurut beberapa orang, memiliki gacoan istimewa tanpa perawatan yang istimewa pula, hasilnya pun tidak akan istimewa. Kru Spesial Lintas Organiser arahan Om Adeka ini malah berbeda saat merawat Marongge. Mandi sekali dalam sehari tidak membuat Marongge dekil, malah terlihat stabil dan terarah menuju puncak kemenangan. Sedikit bocoran buat para Love Bird Lover Ronggolawers tentang bagaimana perawatan Marongge , yang di kemukakan oleh Om Taqim Gayo adalah sebagai berikut. Banyak orang mengatakan pengembunan sangat baik buat semua burung, begitu pula dengan Marongge, pengembunan di lakukan oleh Om Taqim selama kurang lebih satu jam dari jam 05.30 sampai dengan pukul 06.30 wib, atau dengan kata lain sampai matahari mulai terbit dan terasa hangatnya, kemudian kerodong kembali Marongge. Saat pukul 19.00 buka kembali krodong Marongge, angin-anginkan sebentar kira-kira 10 menit, kemudian mandikan Marongge, ganti pakan dan bersihkan sangkar dari sisa makanan, kemudian teteskan 3 tetes Ebod Vit yang banyak mengandung multivitamin pelengkap penunjang stamina yang juga  banyak mengandung vitamin D pengganti matahari, setelah bulu mengering krodong kembali Marongge, dan itulah keseharian Marongge di tangan kreatif Om Taqim Gayo dan Om Faris.Untuk persiapan sebelum lomba, minimal sehari menjelang lomba teteskan 3 tetes Ebod Joss untuk sumber tenaganya selain Miltih, berikan Ketimun untuk meredakan birahi serta buat cemilan agar Marongge tidak ngejoss di bawah, potongan es batu di siapkan dan di taruh di tebok Marongge saat mau di gantangkan, setelah semuanya siap Marongge  pun siap untuk di gantangkan.

Perlu Love Bird Lover Ronggolawers ketahui, kerja seram Marongge di gantangan adalah sesuai dengan nama sebuah tempat pemakaman umum di Sumedang Jawa Barat, yang di berikan oleh Om Adeka untuk Love Bird kesayangannya Marongge.

“ Bagi Kicau Mania yang menginginkan  Event Kegiatan, Tips merawat gacoan, Breeding  atau Kedasyatan gacoannya dipublikasikan di Media Ronggolawe, bisa menghubungi saya di nomor 083838701661 atau pin BB 5742F99C, terima kasih.*#z3kos#*


Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login