Maleo Bird Farm Bandung, Terobosan Dengan Cara Poligami

 

Satu Janatan dua Betina, Hasilnya Sangat menggoda

Menjadi breeder hebat memang sangat susah, selain pengalaman, kocek yang dalam serta faktor lucky atau keberuntungan menjadi peran penting dalam kesuksesan tersebut. Namun tak begitu dengan yang dialami H. Husein, executive muda yang sukses dibidang konsultan ini hanya memerlukan waktu beberapa tahun saja dalam menjalankan breedernya. Rumah dua lantai dijadikan kandang ternaknya, demi sebuah kecintaan dan niat suci mempertahankan keberadaan aneka jenis burung ocehan. Kalau ditanya membagi waktu ia tak mampu menjawab secara detail, yang jelas kemauan keras dan rasa cinta terhadap burung ocehan, menjadi pendorong utama kenapa ia bisa dan mampu membagai waktu, padahal kesibukan sebagai konsultan profesional tentu memakan waktu yang cukup banyak.

Saat Media Ronggolawe bertandang kerumahnya yang berada dibilangan, Jl. Kebon Kopi Bandung, terlihat beberapa kandang ternak yang berukuran 2 X 3M berjejer rapi, beberapa jenis burung ocehan sukses ditangkarkan, seperti anis kembang, Jalak suren, Jalak Bali dan Murai batu. Semua burung tersebut telah sukses ditangkarkan bahkan pasangan anis kembang beberapa kali menetas dan hasilnya sangat membanggakan karena beberapa keturunannya sudah ada yang masuk lapangan alias menjadi burung lomba.

Tetapi yang lebih menghebohkan adalah tangkaran burung murai batu dimana pasangan kali ini sangat berbeda dengan pasangan-pasangan ditempat tangkarann lainnya, bahkan boleh jadi diIndonesia, biasanya satu kandang tangakaran berisi satu pasangan indukan (Jantan & Betina), tetapi di Maleio Bird Farm, sukses menempatkan dua indukan betina dan satu jantan pada satu kandang ternakan. Luar baisa, pemandangan istimewa yang benar-benar nyata didepan mata. Lebih hebohnya lagi kedua indukan itu akur-akur saja dan keduanya sukses memberikan keturunan alias beranak pinak. Diakui Mas Radin sang perawat handal, kandang Maleo Bird Farm bahwa mengawinkan burung dengan cara Poligami sangat sulit, idea tersebut keluar saat ia memantau burung jantan saat betinanya sedang mengeram, terlihat sendirian dan seperti ngak ada kerjaan. ” Awalnya saya hanya merasa kasihan kepada sijantannya karena betinanya lagi ngeram dan dia terlihat kesepaian ” Ungkapnya.

Dari pengamatan tersebut, justru malah memberikan keuntungan buat Maleo Bird Farm, dimana satu kali pengeraman ia bisa mendapatkan 5 sampai 6 anakan. Ketika Media Ronggolawe mencoba mengungkap proses perjodohan secara Poligami tanpa gamang atau ditutupi Mas Radin sebagai perawat sekaligus kepercayaannya H. Husein memaparkan secara gamblang. ” Awalnya, saya berinisiatif memasukan langsung betina baru untuk teman jantannya yang sendirian karena betinanya pertamanya sedang mengeram, tetapi malah dihajar sama jantan dan betinanya. Tetapi saya mencoba lagi, kali ini betina baru saya masukan kesangkar kecil dan dimasukan kandang penangkaran.

4 hari kemudian saya coba lepaskan betina tersebut hasilnya kedua indukan itu biasa – biasa saja, barU setelah 4 hari saya keluarlan dan jantan bisa meneriman, sementara betina pertama asik pada pengeraman “ Tambahnya. Ia melanjutkan kalau selanjunya jantan dan betina baru bisa kawin dan langsung bertelur. Idea yang kontroversi yang menguntungkan sekaligus menjadi pembaharu didunia penangkaran khususnya dikelas murai batu.

Pemberian pakan utama Poor Ronggolawe, Kroto, Jangkrik, cacing serta Vitamin, diakuinya sebagai kunci sukses dari penangkaran yang dijalankannya, terlebih saat musim panca roba, berbagai penyakit banyak menyerang indukan bahkan anakan yang baru netas, tetapi tangkaran Maleo BF terbesa bahkan semuanya aman, berkat pemberian Ebod Breeder, Ebod Vit serta Ebod Solution yang diberikan secara teratur, sebagai penghadang dari berbagai penayakit karena dengan diberikabn Wbod Solution maupun Enbod Vit kekebalan tubuh mampu berkembang secara baik. Kiat lain suksesnya kawin Poligami oleh Maleo Bird Farm adalah pakan yang memadai atau mencukupi. ” Benar saat kawin, saat mengeram dan saat punya anak, asupan pakan beda posrisnya, mungkin itu yang harus diperhatikan secara benar oleh setiap breeder, dan tak kalah penting tempat penangkaran harus aman dari berbagai gangguan, mulai tikus, kucing dan suara-suara yang bisa mengejutkan dan membuat pasangan tersebut kaget ” Tambah Mas Radin kepada Media Ronggolawe. (Yan/14/01)


Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login