Kuliah Sambil Beternak Kenari, Mengapa Tidak.??

 

Kota Yogyakarta di kenal sebagai kota pelajar karena berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia terdapat di salah satu kota yang juga menjadi tujuan wisat di Indonesia ini, banyak pelajar dari berbagai wilayah di Indonesia memilih kota Yogyakarta sebagai tujuan studi selepas lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA), tak terkecuali Om.Rija asal Bengkulu.

Setamatnya dari SMA om.Rija memilih Kota Yogyakarata sebagai tujuan untuk melanjutkan pendidikannya, pilihannya ke kota Yogyakarta bukan tanpa alasan karena di kota ini ternyata Beliau memiliki keluarga angkat yang sudah lama menetap di daerah Karang jambe atau 100 meter utara kampus Akakom Yogyakarta.

Sarjana lulusan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta jurusan S1 Teknik Informatika kini mulai mendalami usaha breeding Kenari yang selama ini dikembangkan oleh Bapak angkatnya (Bapak Herguswanto), selain breeding Om.Rija juga dipercaya menangani beberapa usaha milik ayahnya.

“Selepas lulus Kuliah Saya diberi tanggung jawab mengelola beberapa usaha Ayah angkat saya, kebetulan Beliau belum mempunyai anak laki–laki, jadi sembari menunggu panggilan kerja untuk sementara masih fokus menekuni breeding kenari dan kolam pemancingan milik Bapak “tutur Om.Rija kepada kami.

Mengisi waktu luang dengan kegiatan positif dan menghasilkan itulah yang dilakukan Om.Rija, berbekal hobi serta kebiasaan melihat Bapak merawat burung selama ini, akhirnya Om.Rija pun tertarik dan sampai sekarang masih mengembangkan Breeding Kenari (RJB Canary Jogja).

Ada sekitar 30 dhere kenari berkualitas yang Beliau kelola di salah satu ruangan yang tidak begitu luas, garasi yang semula di buat sebagai tempat menyimpan kendaraan kini di sulapnya menjadi ruangan breeding burung kenari yang siap mencetak anakan–anakan berkualitas.

Tak jarang pula Om.Rija terus berbenah dengan mendatangkan beberapa pejantan yang Ia kumpulkan dari hasil buruannya di berbagai Latber masing–masing dengan harga Rp 500.000–Rp 1.500.000, selain itu RJB Canary juga mempunyai indukan Yorkshire sebanyak 2 ekor.

Untuk harga masing–masing jenis indukan F1 yang dibeli seharga 1,7 jt, F2 seharga Rp 2,8 Jt, dan F3 seharga Rp 4,5 jt, serta yang paling mahal berjenis Yorkshire yakni mencapai 12,5 Jt.

Kebiasaan berburu Pejantan di Latber Lokal menurutnya sangat berdampak dengan kualitas anakan yang ditelurkan oleh babon, produk dari hasil breedingnya Ialah Hero yang sudah mempunyai seabreg prestasi baik tingkat lokal maupun skala Nasional.

Contoh paling nyata ialah saat Hero mengikuti ajang Valentine Day Yogyakarta pada 18 Februari 2015, dengan materi suara yang dipunyai serta durasi lagu yang mumpuni, Hero mampu menyabet kemenangan sebagai juara 1 di kelas Kenari Bintang Cupido C dan bebagai prestasi lainnya yang membanggakan.

Melihat potensi besar yang di miliki Hero, berbagai Sahabat serta kenalan Om.Rija di berbagai lombapun tertarik untuk meminangnya, tawaran demi tawaran pun terus berdatangan hingga uang sebesar Rp 50 jt pernah di layangkan salah seorang penghobi terhadap Om.Rija untuk bersedia melepas Hero.

Akan tetapi berbekal pengetahuan serta insting beternaknya, Om.Rija pun tidak bersedia melepas Hero dan lebih memilih untuk dijadikan sebagai Pejantan di breedingnya itu (RJB Canary BF).

Selain Hero RJB Canary juga mempunyai gaco yang biasa di ajak berlomba, ialah kapten kenari std kecil yang mulai menyita perhatian berkat penampilannya di berbagai ajang lokal dan regional.

Duet Kapten dan Hero pernah menggemparkan Kicau Mania Sumatra terutama saat berhasil meraih posisi terbaik dan finish 6 besar saat mengikuti event Ridwan Mukti Cup Bengkulu pada 7 Juni 2015 yang lalu.

Untuk masalah target Om.Rija selama ini belum pernah memikirkan untuk tingkat penjualan beberapa anakan yang berhasil di cetak oleh RJB Canary BF, yang terpenting fokus mengembangkan terlebih dahulu sambil menjajaki prospek yang ada.

Dalam keseharian merawat, mengelola, serta membersihkan Breeding biasa dibantu oleh Mas Gimo, mereka saling berbagi tugas ketika Om.Rija ada keperluan di luar karena kesibukan, maka Mas Gimolah yang dipercaya untuk mengurus semua breedingnya.

Mulai pukul 06. 00 pertama–tama mempersiapkan terlebih dahulu menu pakan yang akan diberikan, menu pakan terdiri dari biji–bijian, sayuran dan buah–buahan segar, pukul 07.00 kandang serta peralatan lain untuk ternak mulai di cuci dan dibersihkan untuk menjaga kesehatan burung yang ditangkarkan.

Pukul 08.00 mempersiapkan air untuk mandi sebagian burung kenari lomba, pukul 09. 00–10. 00 burung mulai dijemur sebagian dimasukan jadi satu antara pejantan dan babon untuk dikawinkan, untuk kebersihan kandang dan burung Om.Rija tidak mau main–main, shampo Jati Jajar menjadi pilihan utama sebagai senjata andalannya dalam mengusir kutu maupun kuman yang menyerang kandang dan burung di breedingnya.

Dalam sebulan Om.Rija mengaku menghabiskan biaya operasional untuk pakan ternak sebesar Rp 300.000, sedangkan untuk kebutuhan lain seperti Vitamin dan obat-obatan biasa menghabiskan Rp 150.000.

PROSES PENJODOHAN BURUNG KENARI
Proses penjodohan biasanya memakan waktu 1 hari (asalkan burung baik pejantan maupun betina sama–sama siap), sedangkan waktu pengeraman telur memakan waktu 14 hari, kemudian anakan sekitar umur 10–15 hari mulai di ambil dari dalam susuh untuk kemudian diloloh sendiri / Hand Feeding.

Anakan umur 3–4 bulan mulai di master, burung yang kerap dijadikan Master tidak lain ialah Hero dan kapten yang mempunyai kualitas suara mumpuni, diharapkan agar semua anakan yang ada di breeding tertular dan mempunyai kualitas yang sama dengan masterannya tersebut.

Dari pengalamannya selama ini dalam menjodohkan burung kenari agar mempunyai keturunan yang berkualitas biasanya Om.Rija memberikan Ebod Breeding kepada semua indukan yang akan dikawinkan, tata caranya sebagai berikut :

“ Indukan yang sudah mulai kita berikan Ebod Breeding dengan takaran 5–10 tetes dan dilarutkan ke dalam air minum burung, lakukan cara seperti ini sampai burung betina mulai beres bertelur (Mengeram)“

Metode seperti ini dirasa efektif karena bisa memperbaiki kualitas telur yang dikeluarkan oleh betina, meningkatkan kesuburan, menambah produktifitas dan merangsang birahi baik pejantan maupun betinanya.

Sahabat Ronggolawers mungkin menginginkan Informasi lebih lanjut seputar RJB Canary Jogja ataupun berminat mengoleksi anakan kenari Ring RJB yang mempunyai kualitas jempolan bisa langsung mengontak di Nomor Telepon 0856 2808 085 atau pin BB 517DBADB. (Panji/ 23)


Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login