Kisah Bocah Berusia 14 Tahun Yang Sukses Poles Pleci Hingga Jadi Jawara + Video

Kendati tinggal di kota kecil yakni Banjarnegara–Jawa Tengah akan tetapi tidak menyurutkan Dek Deni untuk menekuni dunia hobi burung berkicau, Deni merupakan anak berusia 14 tahun dan baru duduk di kelas 2 Sekolah menengah pertama.

Banjarnegara merupakan salah satu kota yang mulai menarik perhatian karena sejumlah agenda lomba maupun latihan burung berkicau mulai digalakan di kota yang juga menjadi domisili Mr.Ferry Yong salah seorang penghobi dan penangkar burung Lovebird terbesar se–jateng.

Dek Deni mulai menggandrungi dunia hobi burung sejak 2 tahun yang lalu, lantaran terinspirasi dari kebiasaan sang kakak merawat dan melatih burung pleci di berbagai latber seputaran Banjarnegara, Wonosob, dan Purbalingga.

“Menyukai burung pleci sejak kelas 6 Sekolah dasar, waktu itu hanya sebatas memelihara di rumah, akan tetapi begitu kelas 1 SMP saya mulai belajar main ke lapangan karena sering di ajak sama kakak “tutur Deni dengan wajah polos.

Alasan Om.Tabah mengajak Deni tak lain karena kepedulian yang terlalu dalam agar Adiknya itu tidak salah pergaulan dan masih dalam pantauan, “Anak Usia 14 tahun merupakan usia yang rentan akan pergaulan, ya daripada pergulauannya kurang jelas dan menyimpang mending saya arahkan ke Hobi saja ”tutur Om.Tabah yang tak lain merupakan kakak kandung Deni

Menurutnya kegiatan lomba burung memberikan dampak yang positif terutama untuk menjalin silaturahmi antar sesama penghobi, selain itu juga bisa mendatangkan penghasilan yang lumayan dan cukup untuk uang saku sekolah.

Dek Deni mengaku tidak terlalu kesulitan membagi waktu antara hobi dan kegiatan belajar formal di sekolah, menurutnya mulai pagi–pagi sekitar pukul 05.30 ia terlebih dahulu mengeluarkan semua burung peliharaan untuk di embun–embunkan, setelah itu Dek Deni mempersiapkan diri mulai dari mandi, sarapan dan beres–beres keperluan lainnya untuk pergi ke sekolah.

Pukul 06.00 burung dimandikan, lalu diberi ulat hongkong sebanyak 2 ekor, ganti / cuci alas sangkar menggunakan shampo jati jajar yang berguna untuk membasmi kuman yang menempel pada alas sangkar.

Selanjutnya ganti air minum dengan yang baru lalu tambahkan 5 tetes Ebod Vit, begitu pula Voer dan pisang usahakan setiap hari diganti dengan yang lebih fresh, pukul 06.30 barulah Ia berangkat ke sekolah untuk belajar.

Untuk urusan jemur biasanya Ia serahkan kepada kakak (Om.Tabah) yang lebih mempunyai banyak waktu di rumah, jadi meskipun semua burung–burung-nya di tinggal ia tidak pernah khawatir dan lebih nyaman mengikuti kegiatan sekolah.

“Pendidikan menjadi prioritas utama untuk adik saya, selama Ia sekolah saya lah yang merawat burung–burung-nya termasuk Pleci Siliwangi “tutur Om.Tabah menjelaskan.

Selepas pulang sekolah / sekitar pukul 14.00, Ia kembali mengeluarkan Pleci Siliwangi dari kamar penyimpanan untuk di angin–anginkan, pukul 15. 00 burung kembali dimandikan dan dibersihkan alas sangkarnya lalu berikan 2 ekor ulat Hongkong.

Kalau ada jadwal latihan, pukul 15.30 Deni bersama kakaknya langsung prepare dan berangkat, untuk perawatan lomba menurutnya biasa–biasa saja antara lain, mulai H–3 burung mulai diberi Ebod Joss pada air minumnya dengan takaran 5 tetes per hari sampai hari H lomba.

Extra Fooding (UH dan kroto) rutin diberikan dengan porsi 1 sendok teh untuk kroto serta 2 ekor UH berwarna putih setiap harinya, begitu sampai lapangan pemberian UH mulai digenjot, sebelum digantang berikan 2 ekor, apabila bermain lebih dari 2 kelas setiap jeda berikan lagi 2 ekor UH berwarna putih / UH biasa akan tetapi terlebih dahulu dipencet.

Di lihat dari usia sekarang, setidaknya Deni mempunyai masa depan cerah di dunia perburungan, terlebih salah satu burung jawaranya (Pleci Siliwangi) dalam beberapa bulan terakhir ini mulai menyita perhatian karena penampilannya yang cukup stabil.

Salah satu prestasi terbaiknya Ialah Ia mampu menjadi bintang lapangan dengan mengemas 2 kemenangan sekaligus sebagai juara 1 di Event Serayu Cup 1 di balai Apoeng Taman Surya Yudha Park Banjarnegara.

Bahkan pada event sebelumnya Ia juga sukses dan mampu tampil Stabil, antara lain Seruling Mas Berkicau, Ceria GBA, Ceria WBC, P3Bu, Ceria PCMI Gayam Enterprise, Ceria PCMI KPMB, Ceria PCMI Banjarnegara, PCMI Wanyasa, PCMI Wonosobo dan Dandim Cup.

Tak ayal berkat penampilan impresif yang terus ditunjukan Siliwangi, Setidaknya ada beberapa tawaran dengan nilai cukup fantastis yang dilayangkan beberapa Pleci Mania luar kota untuk memboyong Siliwangi.

Akan tetapi nilai tersebut dinilai belum sepadan dengan apa yang ditunjukan Siliwangi selama ini, sahabat Ronggolawers mungkin penasaran atau ingin bertukar pikiran dengan Deni, Anak berusia 14 tahun tentang perawatan burung Pleci bisa kontak di nomor telepon 0896 3462 7540. (Panji / 4)

Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login