Kiranty, 20 hari menggelandang, 108 piala Ia kantongi + Perawatan

MESKI TURUN NYARIS TIAP HARI, BERIKUT RAHASIA KIRANTY

Love bird kiranty milik Om Hengky Nias baru saja melakoni tour “ Safari Miltih “ ke beberapa daerah seputar blok tengah, dalam agenda tersebut bersama salah satu burung yang tengah naik daun miliknya, Pria asal Bogor ini menghabiskan waktu sekitar 20 hari untuk melakukan silaturahmi dengan sesama pecinta burung di beberapa kawasan.

Lawatan Mereka ke blok tengah “ safari Miltih “  selama 20 hari, terhitung  mulai tanggal  11 juli – 30 juli 2017 dan love bird kiranty berhasil mengantongi 108 kali trophy juara di berbagai lomba burung yang Mereka singgahi.

Agenda tersebut di mulai dari Kota Bandung, kemudian bergeser ke wilayah tengah, di antaranya Pekalongan, Semarang, Solo, Sragen, Jogja, Magelang, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga dan Purwokerto.

Di kota batik Pekalongan, kiranty langsung menjalani pemanasan di beberapa latber lokal guna memaksimalkan penamplannya sebelum ia turun di Piala Canting (16/7), hasilnya lumayan 4 tropi dari 2 tempat latber yang berbeda mampu ia persembahkan.

Selepas itu, Piala Canting menjadi ajang pembuktian bagi dirinya untuk bertemu dengan love bird mapan lainnya di level Nasional, meski di hadang beberapa burung tangguh, namun penampilan gaco yang rajin mengkonsumsi “ Miltih “ ini tetap menghibur dan masih bisa bersaing, sekali menjadi yang terbaik dan 2 kali di tempat runner up merupakan hasil awal petualangannya di blok tengah.

Kemudian kiranty kembali menang di beberapa latber/ latpres kota Semarang, Solo, Sragen dan Jogja, seperti halnya di Bogor, tempat asal Om Hengky Nias yang mayoritas EO latber melarang kiranty untuk turun, karena secara otomatis bisa mengurangi jumlah peserta pada sesi berikutnya.

Di Kota Solo dan Wonosobo  Om Hengky Nias sadar diri dan justru memebritahu panitia setempat, agar mengumumkan bahwa jagoannya tersebut hanya bakal turun di 1 – 2 sesi saja, “ ya gak enaklah Mas, rata – rata kalau sudah lihat kerja kiranty, di sesi berikutya biasanya sepi peserta, lantaran pada kabur, kasian juga pantia dan eo yang mengelola latber tersebut, hehehe “ ungkap Hengky Nias.

Pada saat kiranty turun di Raider Cup Purworejo (23/5), sejatinya Ia mendapatkan lawan yang sepadan, sama seperti halnya pas turun di Piala Canting, love bird gendewo, condet, jhony jr serta roro merupakan nama – nama burung yang juga turut ambil bagian di event tersebut, meski begitu kiranty dan Om Hengky masih bisa mencuri kemenangan sebagai juara 1, 1, 2, 2, 2, 2 di semua kelas yang Mereka ikuti.

Kemenangan kiranty kembali berlanjut ke Wonosobo, Banjarnegara, Purwokerto, Purbalingga dan terakhir Kota Solo, Piala Danlanud Adi Soemarmo (30/7) menjadi pamungkas tour d’ Java yang Mereka lakoni, bahkan di Solo seolah kiranty ngamuk yang di tandai dengan raihan juara 1 sebanyak 7 kali, runner up 3 kali dan 2 kali sebagai juara 3 pada 12 kelas yang ia ikuti.

Harian di jadikan satu kandang dengan love bird betina

Kiranty merupakan love bird berjenis kelamin jantan dan nampaknya mempunyai stamina yang cukup bagus, oleh sebab itu ia kuat turun bermain hingga  5 – 12 kelas sekaligus dalam 1 event bahkan nyaris setiap hari pun tidak masalah.

Om Ope, perawat love bird kiranty

Dalam hal perawatan, menurut Om Ope, orang yang di percaya tidak ada yang ribet dan relatif mudah. Selain di jadikan satu dengan love bird jenis betina untuk hariannya, pakan yang biasa di konsumsi cuma Miltih produck unggulan Ebod Jaya, alasan kenapa memilih produk tersebut sebagai asupan pakan utama kiranty ??

Menurut Om Hengky Nias, formula Miltih lebih bersih dan higienis jadi aman di konsumsi untuk burung jawara seperti kiranty, Om Hengky juga menambahkan bahwa sebelum Miltih di berikan untuk di konsumsi momongan, terlebih dahulu di aduk dengan cara mengoyang – goyangkan botol agar formula di dalamnya tercampur dengan rata.

Kemudian untuk jadwal mandi, menurut Om Ope, tidak ada waktu khusus atau bisa di bilang seperlunya, jika pengin memandikan ya tinggal di mandikan, namun cara yang biasa di gunakan ialah dengan cara semprot halus salju sampai semua badanya basah, setelah itu di jemur kemudian kembali di masukan ke dalam ruangan.

Miltih lebih bersih & higienis

Selain “ Miltih “ sebagai asupan pakan hariannya, tidak jarang kiranty di beri jagung muda untuk extra fooding, namun jika nafsu makan berkurang, biasanya Om Ope mencampurkan Ebod Solution di atas permukaan jagung yang sudah di kelupas, untuk kemudian di berikan secara langsung kepada kiranty.

“ kiranty bisa kerja gila, asal dia kenyang saja, oleh sebab itu, biasanya Kami selalu intens memberikan pakan, namun apabila nafsu makannya menurun, biasanya kami cukup mencamur EF dengan beberapa tetes Multivitamin Ebod Solution “ ucap Om Hengky da Om Ope.


Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login