Kiat Sukses Aan Tatto Sebagai Pemilik Toko Burung

 Toko Sebagai ‘Klinik’ Diskusi

Mediaronggolawe.com:  Toko burung milik Aan Tato beda dari toko burung lain di kawasan Marelan, Medan. Selain menjual berbagai jenis keperluan burung, seperti pakan, sangkar, dan assesoris, termasuk produk-produk Ebod Jaya, toko yang beralamat di Jalan Veteran Pasar 9 arah  Marelan ini, menjadi tempat diskusi dan nongkrong  para kicau mania.

Tak hanya pelomba burung, para penghobby burung rumahan juga sering mendatangi Toko Aan Totto dan nongkrong sampai berjam-jam. Para penghobby burung rumahan awalnya datang hanya untuk membeli pakan, seperti jangkrik dan kroto. Namun ketika hendak membayar barang, disinilah mulai terjadi interakhir.

Aan Tatto yang memulai perbincangan dengan pembelinya. Bermula dari sekedar tanya-tanya, “Tinggal dimana, pelihara burung apa, sudah berapa lama pelihara burung”. Nah ketika sudah akrab, si pembeli pun tak lagi  segan bertanya cara dan tips  perawatan burung. Dan Aan Tatto yang sudah empat tahun menggeluti usaha toko burung, bersedia membangi ilmu dan pengalamannya.

Penggemar burung yang tadinya datang hanya dengan niat membeli pakan menjadi betah berlama-lama duduk di Toko Aan. Ditambah lagi sajian kopi hitam asli Aceh membuat perbincangan makin serius dan berlangsung lama.

Aan juga tak pernah membeda-bedakan penghobby burung. Penghobby burung rumahan, pelomba burung yang sering ia temui di lapangan kicau, semuanya diperlakukan sama, yakni sebagai raja. Selain itu, ia selalu jujur kepada para pelanggannya. “Kalau burung bagus ya kita bilang bagus. Kalau burung masih bahan, ya kita bilang bahan. Kita harus jujur kepada semua pelanggan,” katanya.

Para kicau mania pelomba burung, lebih sering menjadikan Toko Aan sebagai tempat diskusi dan mencurahkan unek-uneknya ketia usai mengikuti lomba. Berbagai hal mereka bicarakan. Mulai dari penilaian juri sampai evaluasi terhadap sebuah lomba yang sudah berlalu. Topik yang paling sering dibicakaran adalah penilaian burung kacer dan lovebird.

Sepeti yang berlangsung Rabu (4/10), lima orang kicau mania sedang membahas penilaian burung kacer.  Kacer memang terkenal rumit. Tak hanya dari segi rawatan, dalam menilai perlu kejelian khusus dari para juri. Jika salah dalam menilai, burung yang seharusnya masuk nominasi tetapi tidak dapat sama sekai, pemiliknya pasti protes.

Topik lainnya: kacer nagen, kacer tangkringan, kacer turun, kacer ngepel, dan kacer nabarak jeruji tak luput dari perbincangan di Toko Burung Aan Tatto. Penilaian kelas lovebird bebas aksi juga sering menjadi bahan diskusi.

Banyak kicau mania yang berpendapat, yang namanya bebas aksi, ya bebas aksi. Artinya, ngekek di dasar kandang pun harus dinilai karena kelasnya memang bebas aksi. Tetapi ada juga pendapat lain, bebas aksi bukan dalam arti ngepel di dasar kandang juga dinilai. Soal pemberian bedera dalam menilai burung juga sering dibahas.

Memang tidak ada kesimpulan, karena masing-masing EO memang punya aturan sendiri-sendiri. Tapi satu hal yang pasti, ketika sudah berdiskusi di Toko Burung Aan, para kicau mania merasa puas karena unek-uneknya telah dicurahkan. Aan Tatto sebagai salah satu pelomba burung senior memberikan dorongan agar para kicau mania tetap semangat dan lebih giat lagi merawat burung.  Sihotang/Medan.


Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login