Dunia Hobby Burung Berkicau Takkan Mati Ebod Jaya Berlanjut ke Piala Kapolri

 

Bandung, mediaronggolawe.com – Dunia hobby burung berkicau tidak akan pernah mati selama masih ada Ebod Jaya setia mendampingi kicaumania untuk berternak dan berkompetisi burung berkicau. Setelah Ebod Jaya bersama Organisasi Ronggolawe Nusantara menggelar kompetisi burung berkicau Piala Kapolda Jabar, Piala Kapolda Banten, Kapolres Sukabumi, Piala Panglima TNI, Piala Konservasi dan berlanjut Piala Indonesia, Piala Brother SF hingga menuju Piala Kapolri. Ebod Jaya adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri sangkar, pakan, vitamin dan aksesoris burung berkicau. Perusahan Ebod Jaya yang berdiri sejak tahun 1995 dan terdaftar di Negara tahun 2000 didirikan oleh Makhfudz Solaiman atau yang dikenal dikalangan kicaumania Kang Ebod. Berawal dari sangkar bulat untuk Burung Kenari tahun 1995, Kang Ebod buat sangkar merek Ebod Jaya dan memasarkan produk sangkar Ebod Jaya ke seluruh kalangan penghobi burung berkicau di Pulau Jawa. Namun, tahun 1997-1998 kerusuhan Mei dan krisis moneter, dunia burung berkicau mati suri, seiring melambungnya dollar, semua jenis barang yang ada hubungan dengan dollar naik lebih 2x lipat.

Tahun 1999-2000, Ebod Jaya kembali bangkit dari keterpurukan akibat krisis moneter karena perekonomian semakin membaik. Dengan ada fenomena Burung Anis Kembang yang asal ngeriwik di arena kompetisi burung berkicau bisa dihargai tembus jutaan rupiah. Tahun 2001-2002, Burung Anis Merah mulai mendominasi di setiap kompetisi burung berkicau dengan sistem penyisihan.

Tahun 2005 cobaan sangat berat menghampiri dunia burung berkicau karena ada wabah penyakit flu burung, mungkin bisa mendekati kiamat bagi dunia burung berkicau. Untuk meramaikan dunia burung yang sangat lesu, tahun 2006-2007, Kang Ebod dan Ko Amiau rajin menyelenggarakan kompetisi burung berkicau, dengan mengandeng Organisasi Persatuan Burung Indonesia (PBI) atau bikin juri sendiri Ebod Jaya. Di awal tahun 2008, Ebod Jaya mulai produksi pakan EBOD CANARY dan EBOD LOVE BIRD dan mundur dari dunia lomba, untuk fokus di produk sangkar dan pakan. Tahun 2010 datang lagi fenomena Anthurium, tapi tidak terlalu lama langsung surut.

Tahun 2012 produksi EBOD VIT, EBOD-JOSS, JATIJAJAR, EBOD-BREEDING, E-BODRE dan kembali ikut sponsor di kompetisi burung berkicau di produksi di Nanjung, Cimah, Bandung. Selanjutnya setelah produk sangkar, pakan, vitamin dan aksesoris burung berkicau Ebod Jaya sudah menyebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Sumatera hingga Kalimantan. Ebod Jaya memberanikan diri memproduksi Pakan Voer Ronggolawe kasar dan Pakan Voer Ronggolawe halus, Pakan Love Bird Premium Kebumen, Pakan Kenari Premiun Kebumen, Mithih Milet Putih untuk Burung Love Bird, Bio Egg dan vitamin Ebod Solution untuk menjaga burung berkicau rajin berkicau, tidak mudah stress dan mudah terserang penyakit.

Tahun 2016 ini, Ebod Jaya kembali memproduksi sangkar burung berkicau dengan motif lebih modern yang sangkat di gemari penghobi burung berkicau saat ini dengan tambahan produk Jamu Ebod Strong untuk menjaga kesehatan burung berkicau. Selain menambah produk sangkar, pakan dan vitamin, Ebod Jaya terus mensponsori kompetisi burung berkicau, Bahkan menjadi Event Organization dengan Organisasi Ronggolawe Nusantara sebagai penyelenggar kompetisi burung berkicau tingkat nasional seperti Piala Kapolda Jabar sudah 3 tahun, Piala Konservasi, Piala Panglima TNI 2 kali, Piala Brimob di Mako Brimob, Piala Kapolres Sukabumi, Piala Kapolda Banten dan berikutnya Piala Indonesia, Minggu 20 November 2016 dan Piala Brother SF di Taman Wiladatika Cibubur. Organisasi selain Ronggolawe Nusantara seperti PBI juga telah mengadakan kompetisi burung berkicau Piala Kapolri 5 tahun berturut-turut sejak tahun 2005-2009 tetapi tidak berlanjut hingga sekarang dilanjutkan oleh Ronggolawe Nusantara.

Dunia hobby Burung Berkicau Insya Allah tidak akan pernah mati selama burung berkicau tetap ada di arena kompetisi burung berkicau dan produk Ebod Jaya terserap oleh pasar di seluruh Indonesia. Ebod Jaya juga menjadi inisiator terbentuknya Organisasi Ronggolawe Nusantara dan kini sudah terbentuk (DPW) Dewan Pimpinan Wilayah di seluruh  Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Kepulaan Riau, Bangka Belitung, Aceh, Sulawesi Selatan, Bali, NTB dan Kalimantan. Di masing-masing DPW Ronggolawe Nusantara 80 persen dari setiap Provinsi sudah terbentuk DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Ronggolawe Nusantara di setiap Kabupaten/Kota. (Ahmadi/26 Oktober 2016)

 

Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login