Cara Terbaik Ternak Murai Batu Juara

Lampung, mediaronggolawe.com – Burung Murai Batu burung endemic asli Indonesia yang menjadi mascot di dunia hobi burung burung berkicau. Bahkan harga satu ekor Burung Murai Batu juara nasional di lapangan festival dan kompetisi burung berkicau bisa mencapai Rp500.000.000,- lebih. Bahkan Burung Murai Batu bahan yang siap tampil di arena kompetisi burung berkicau bisa berharga minimal Rp2.500.000,- Perekor.

Organisasi Perkumpulan Ronggolawe Nusantara, Organisasi di dunia hobi burung berkicau terbesar di Indonesia memilik program konservasi burung berkicau. Program konservasi burung berkicau ini bertujuan untuk meminimalisir penangkapan burung berkicau di alam liar dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ternyata program ini sudah dilakukan sejak pertama kali Ronggolawe Nusantara dalam proses pembentukan dengan Program Ring Ebod Jaya dan berlanjut ke Program Ring Ronggolawe Nusantara.

Ternyata Program Konservasi Ronggolawe Nusantara berdampak positif terhadap alam dan masyarakat yang ada di sekitar habitat asli khususnya di daerah Lampung, Sumatera Utara. Dibawah koordinasi David dan Kia Agus program konservasi khusus Burung Murai Batu berhasil di tangkarkan dan di ternak oleh masyarakat di sekitar habitat aslinya. Ternyata ternak Burung Murai Batu itu berhasil dilakukan dan sudah membuahkan hasil positif karena perburuan di alam liar sudah mulai berkurang dan hasil ternaknya sudah bisa menjadi tambahan ekonomi rumah tangga.

https://www.facebook.com/search/top/?q=david%20comeyni  ini akun mediasosial David, silahkan klik jika ingin memiliki Burung Murai Batu Ring Ronggolawe Nusantara dari Sumatera

Dengan konsep seperti rumah kontrakan ternak Burung Murai Batu yang di dalam seperti habitat asli alam liarnya. Untuk pakannya cukup setiap tiap pagi diberikan jangkrik kurang lebih 25-40 ekor untuk tiap-tiap kandang, dan tak lupa kroto secukupnya. Dikandang ini terlihat perbedaan dari kandang-kekandang lainnya yakni ada ventilasi terbuka yang berhubungan langsung dengan sinar matahari atau bisa dibilang tidak tertutup full. “Jangan lupa berikan Ebod Breeding sebagai vitamin paling cocok untuk proses percepatan menghasilkan trah jawara produksi Ebod Jaya,”ujar Kia Agus di Lampung.

Saat indukan mulai bertelur menu ditambah dari hari-hari biasanya, setelah kurang lebih 21 hari / saat telur mulai menetas. Menu ditambah lagi agar stamina indukan bisa meloloh anakan dengan baik. Namun saat penetasan dibawah 4 hari pejantan terlihat over birahi ada menu khusus yang diberikan  untuk menurunkan sang pejantan. Jika menu itu tak dapat menurunkan birahi sang pejantan maka anakan siap untuk di angkat atau dipisahkan dari sang betina dan siap untuk diloloh sendiri guna menghindari pembunuhan dari anakan itu.

Cara meloloh anakan Burung Murai Batu umur dibawah 7 hari sang perawat hanya mengandalkan Pakan Voer Ronggolawe dicampur kroto dan diseduh setengah basah yang diberikan setiap 2 jam sekali. Pemberian pakan rutin dilakukan setiap hari dengan tanda-tanda anakkan akan berkicau lebih sering dan untuk vitaminnya percayakan kepada Ebod Vit yang sangat cocok untuk burung jawara. Karena bisa digunakan setiap hari dan tidak akan menggagu metaboliseme tubuh anakkan Burung Murai Batu.

Namun, sebelum kicaumania dan sahabat ronggolawers berternak Burung Murai Batu ada yang harus diperhatikan khususnya proses penjodohoan. Karena proses penjodohan yang baik akan menghasilkan trah yang sehat dan selalu menghasilkan trah yang tidak rentan dari kematian. Proses menjodohkan Murai Batu gampang-gampang susah. Apabila sahabat ronggolawers kurang hati-hati atau kurang memahami, kematian indukan dapat kita alami. Untuk calon indukan yang berasal dari penangkaran biasanya tidak terlalu sulit, karena mereka cenderung lebih jinak dibandingkan burung hasil tangkapan hutan.

Tapi hal ini tidak bisa juga dianggap seratus persen benar. Semuanya dipengaruhi oleh banyak faktor juga. Keadaan lingkungan dan pola perawatan juga mempunyai peranan penting dalam suksesnya proses penjodohan. Misalnya ada calon indukan telah kita pelihara dalam sangkar selama lima tahun. Pejantan seperti ini ketika dipasangkan dengan betina, emosinya belum setabil, karena sudah terlalu lama tidak mendengar suara ataupun melihat betina. Apabila kita terlalu cepat menjodohkannya bukan tidak mungkin sang betina malah diserang dan bisa menyebabkan kematian. Saat kendala seperti ini sering kali kita jumpai kepada Sahabat Ronggolawers yang ingin beternak.

Berdasarkan pengalaman Sahabat Ronggolawers yang telah berhasil dalam menangkarkan Murai Batu, ada langkah-langkah sederhana yang bisa kita tiru.

Pertama; Selama proses penjodohan, berikanlah Ebod Breeding yang memang telah dibuat melalui proses uji coba yang cukup panjang dan terbukti handal. Ebod Breeding mengandung unsur vitamin yang gunanya untuk menjaga tingkat kestabilan emosi atau birahi terhadap pejantan maupun betinanya. Berikan pada air minum secara teratur dan perhatikanlah cara pemakaiannya yang terdapat didalam box kemasan Ebod Breeding.

Kedua; Simpanlah indukan jantan dan betina dalam satu ruangan tanpa kerodong, siang hari maupun malam hari. Perhatikan suhu ruangan, apabila terlalu dingin ketika turun hujan sebaiknya kedua indukan sangkarnya dikerodong. Hal ini harus dilakukan untuk proses pengenalan dan mempercepat penjodohan.

Ketiga; Mandikkan kedua indukan berdampingan. Sediakan dua sangkar keramba mandi, letakkan sejajar dengan jarak sekitar setengah meter. Masukanlah masing-masing indukan kedalam sangkar keramba mandi dan biarkanlah mandi sepuasnya. Mandi harus dilakukan setiap hari di pagi hari. Setelah mandi jemurlah berdampingan pula.

Keempat; Setelah langkah pertama, kedua dan ketiga dilakukan selama satu mingu, cobalah pisahkan keduanya dalam ruangan berbeda tetapi berdekatan selama beberapa hari. Apabila keduanya saling bersahutan berarti kedua indukan sudah mulai berjodoh.

Kelima; Masukan indukan jantan kedalam kandang penangkaran, biarkan selama satu hari untuk adaptasi. Hari berikutnya masukan indukan betina kedalam kandang penangkaran tetapi tetap berada disangkar. Kita bisa menggunakan sangkar kotak yang tidak terlalu besar untuk betinanya. Perhatikan ketika malam hari, apabila kedua indukan tidurnya sudah mau berdampingan walaupun sebenarnya masih terpisah, berarti kedua indukan sudah mempunyai rasa saling memiliki. Cobalah selama dua hari sebelum melangkah ketahap selanjutnya.

Keenam; Ini adalah langkah yang paling menentukan untuk keberhasilan dalam menjodohkan. Lepaslah indukan betina ke dalam kandang penangkaran. Biasanya indukan langsung mendekati indukan betina dan sedikit terlihat seperti menyerang. Amatilah terus selama dua hari, apabila indukan jantan atau betinanya masih terlalu agresif sebaiknya salah satunya dipisahkan dahulu selama satu hari. Hari berikutnya cobalah lagi untuk dijadikan satu didalam kandang ternak.

Ketujuh; Apabila langkah keenam telah kita lakukan berulang-ulang dan belum berhasil juga, mau tidak mau kita harus mengganti salah satu indukan dengan indukan yang lainnya. Dan melakukan cara penjodohan dari langkah pertama kembali, harapannya dengan mengganti indukan, penjodohan dapat berjalan dengan sukses. Dalam proses penjodohan memang sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Waktu dan biaya yang tidak sedikit menjadi taruhannya. (Ahmadi/23 Mei 2017)

 


Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login