Anniversary Ke-1 Gunoseco BC , Dirayakan Seluruh Kicau Mania Ponorogo

Mediaronggolawe. Minggu, 10 September 2017, merupakan hari bersejarah bagi Gunoseco BC Ponorogo. Dihari yang spesial ini, bertepatan setahun usia berdirinya gantangan Gunoseco BC. Untuk memperingati setahun kebersamaan Gunoseco BC ditengah- tengah kicau mania Ponorogo, digelarlah event dengan label “ Anniversary I Gunoseco BC “. Event ini sukses digelar di area wisata Kintamani Water Park Ponorogo. Area ini sekaligus sebagai tempat latihat rutin Gunoseco BC, yang dibuka setiap hari minggu pagi. Kicau Mania Ponorogo dan sekitarnya, langsung ikut serta merayakan moment penting ini. “ Dukungan kicau mania Ponorogo sangat luar biasa “ beber om Mambho, salah satu panitia.

Tercatat tak kurang dari 780 peserta, ikut andil dalam merayakan Anniversary Gunoseco yang pertama ini. Hadirnya burung- burung berkualitas, semakin mempersempit ruang gerak, bagi burung- burung dengan nama besar. “ Tidak ada jaminan burung ternama akan juara disini “, tandas om Agung Juri yang bertindak tegas sebagai korlap. Team juri hanya akan memberikan koncer, atas kinerja burung pada hari ini, dan tidak berdasarkan pada nama besar burung, maupun pemiliknya. Tercatat beberapa nama- nama baru muncul sebagai kuda hitam, diantaranya adalah Cucak Hijau Samson milik Farel Puma SF. Penampilannya yang impresif sukses, meraih poin meyakinkan dengan memuncaki kelas Eksekutif. Samson yang diberikan secara rutin air minum Tirto kukilo ini, suaranya terdengar lantang dan tembus. Dominasi Samson dikelas Cucak Hijau menandai bangkitnya Samson dalam menembus ketatnya pesersaingan.

Kelas lain yang disebut- sebut kelas terpanas terjadi dikelas Kacer. Munculnya beberapa burung kawakan dikelas ini, sempat menciutkan nyali Kacer mania berpredikat pemula. Salah satunya adalah Java Jazz, milik Iwan Anugrah Ponorogo. Siapa yang tak kenal Java Jazz, Kacer syarat prestasi yang telah kerap mendulang poin dalam beragam laga yang diikutinya. Berbekal isian seabrek dan didukung oleh volumenya yang mengkristal, sulit dijegal lawan. Posisi runner up dihuni oleh The Rock milik Agung Benjoe, yang juga tak kalah mentereng soal prestasi. Event ini juga diikuti oleh kicau mania kawakan Ponorogo yaitu Hendri Radesa, atau akrab disapa Coreng. Pria tegap yang dulunya tenar lewat aksi Murai Batu Lagadar ini, kini beralih dikelas Cambas. Tangan dinginnya masih seperti dulu, kendati kini beralih jalur, nyatanya prestasi tetap hinggap dalam dirinya.

Beralih pada kelas Kenari, Ponorogo terbilang layak menjadi barometer jenis burung cantik ini. Peserta dikelas Kenari tetaplah ramai peserta. Scoot Java milik Dino Simama Oren team terus melaju, dengan hasil memuaskan di kasta tertinggi. Burung penyantap Ebod Canary ini, memang sangat enak dalam membawakan cengkokan indah khas Kenari. Sementara itu, Yusron Zed yang mengandalkan Predator, meguntitnya tepat dibelakang Scoot Java, dengan menempati posisi runner up. Malik Drajat, yang pada kesempatan kali ini mengusung duta KLI AE Cup 2, juga bisa bernafas lega. Pasalnya, gacoan gress nya sanggup membuktikan diri menjadi nomor satu dikelas Murai Batu Eksekutif. Suaranya yang menonjol dengan koleksi senjata yang komplit, memaksa lawan melambaikan tangan.

Event Anniversary Gunoseco BC ini berjalan tertib dan lancar. Kemasan tiket murah dengan hadiah yang besar, menjadi daya tarik bagi kicau mania Ponorogo dan sekitarnya. Kekompakan kicau mania Ponorogo layak diacungi jempol. Ucapan selamat atas semakin dewasannya Gunoseco BC, datang dari berbagai pihak, dengan bukti event ini dihadiri oleh tokoh- tokoh lintas EO yang mendukung penuh hingga laga usai. Diakhir event, segenap panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan luar biasa dari seluruh elemen kicau mania Ponorogo dan sekitarnya. Mohon maaf bila dalam pelayanan kami ada kekurangan. Semoga Gunoseco BC Ponorogo semakin bisa menjadi tolok ukur bagi kemajuan jagad kicauan di Ponorogo.

( eko Po/3/September/2017/mediaronggolawe/ebodjaya)


Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login