Aksi Kembang Goyang Lawan Gombloh di Piala Jogja Istimewa

Jogja, mediaronggolawe.com –  Jogja istimewa di goyang Lovebird Kembang Goyang, M Firdaus Pejuang Kampret. Perdana menginjakan kaki ketanah Yogyakarta, Kembang Goyang asli Jakarta langsung membuat kerusuhan di festival dan kompetisi burung berkicau Piala Jogja Istimewa. Aksi 1812 Piala Jogja Istimewa jadi saksi Kembang Goyang bisa tampil memberikan perlawan dikelas burung Love Bird nasional.

Kembang Goyang yang suka makan Miltih tidak pernah takut perang ketika sudah berada di medan perang. Buktinya, Kembang Goyang berhasil mencapai puncak juara Piala Jogja di kelas lovebird A Prambana melawan Kusumo milik H.Sigit WMP Klaten, Awe-We, Gombloh milik Fitri BKS Samarinda, Arnold milik Aji B37AWI Team, Angkasa H. Mansur dan Kampret milik Giva-Givi Pejuang Kampret. Senjata ngekek yang di keluarkan Kembang Goyang memang renyah dan paling super mematikan senjata lawan.

Ternyata Miltih di Aksi 1812 Piala Jogja Istimewa, Milet Putih Ebod Jaya itu sangat special karena bisa membuat senjata yang mematikan lawan dengan sempurna. Apalagi kalau ditambahan 5 tetes Ebod Solution dan 5 tetes Ebod Strong pasti Kembang Goyang semakin melangkah pasti di jalur juara. Tapi kalau ingin turun ke arena kompetisi sebaiknya burung lovebird makan pakan premium lovebird kebumen yang lebih komplit dan sangat cocok untuk burung jawara.

Seperti yang telah di ketahui bersama, jika aroma persaingan khususnya di kelas love bird pada siang itu terbilang sangat kompetitif, beberapa muka lama yang sudah kenyang akan gelar juara turut meramaikan gantangan seperti halnya Kusumo milik H Sigit WMP, Arnold milik Aji, Woyo – woyo milik Onie PG, Kampret dan Kembang Goyang milik si kembar ( Giva – Gevi ) dan tentu saja Awe we milik Indra Andong Samarinda.

Namun, Gombloh sang penantang dari tanah Kalimatan yang datang ke Piala Jogja Istimewa tidak ciut nyali, Meski di kepung burung – burung dahsyat yang nyaris datang dari segala penjuru tanah air, hanya mengandalkan bekal materi serta kualitas di tambah rekor kemenangannya di bumi Kalimantan, Ia tampil all out hingga puncaknya mampu cetak 4 kali kemenangan sebagai juara 1 luar biasa dan bisa menjadi pendamping Kembang Goyang di Kelas Love Bird A Prambanan.

Fendy perawat harian dan lomba burung Gombloh mengungkapkan debut Gombloh di tanah jawa pada siang itu sangat luar biasa. Gombloh tidak takut meladeni ganasnya burung – burung lain yang turut ambil bagian pada kompetisi siang itu. Ternyata hasil dan kualitas tidak bisa dipungkiri kalau saat aksi 1812 Piala Jogja Istimewa banyak para jawara-jawara lovebird nasional yang menantikan kompetisi Fair Play ala Piala Jogja Istimewa.

Team Juri Ronggolawe Nusantara telah terbukti bisa dan mampu memberikan penilaian yang professional dan fair play untuk kicaumania dan sahabat ronggolawe. Dimana, kapan dan berapa banyak kompetisi burung berkicau Team Juri Ronggolawe Nusantara akan tetap menjadi pengadil yang professional dalam bidang penjurian.

Dan ternyata benar, Pakan Love Bird Miltih dari Ebod Jaya menjadi Pakan harian burung jawara di Piala Jogja Istimewa. Bahan Milet Putih yang diimpor langsung dari Kanada sangat cocok untuk Burung Lovebird di rumah serta untuk arena kontes. Tekstur Miltih sangat lembut dan bersih, berbeda dengan Pakan Tradisional yang memakai sistem ayakan dari tampah bambu untuk memisahkan bijian Milet. Di Pabrik EBOD JAYA dengan menggunakan mesin modern yang terjamin lebih higienis. (Ahmadi/13 Desember 2016)

Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login