Adji Rante Depok Berhasil Breeding Murai Batu

Depok, mediaronggolawe.com – Kata siapa Burung Murai Batu sulit diternak? Ternyata Adji Rante Depok berhasil Breeding Burung Murai Batu. “Awalnya hanya coba-coba untuk mencari peluang bisnis investasi masa depan. Ternyata dunia hobi burung berkicau pilihan paling tepat untuk saya karena saya suka dengan suara-suara burung berkicau. Apalagi sekarang ada produk pakan dan vitamin dari Ebod Jaya yang cocok untuk ternak Burung Murai Batu salah satunya adalah Ebod Breeding dan Pakan Voer Ronggolawe untuk pakan lolohan anakkan,”ujar Adji Rante di Jalan Raya Pasir Putih, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/11).

Ternyata pilihan yang paling tepat jatuh pada Burung Murai Batu yang penuh gaya, lagu dan sensasional di dunia hobi burung berkicau. Bagi kicaumania memilihara Burung Murai Batu merupakan kebanggan tersendiri karena penampilanya mempesona. Dengan bentuk tubuh Murai Batu cukup besar, ekor yang panjang melebihi badannya. Suara Burung Murai Batu sangat merdu ketika berkicau tampak atraktif dengan gaya pikat. Ternyata benar kata orang, menjadi seorang breeding itu sangat sulit karena butuh kesabaran dan ketelitian

Ia mengatakan Burung Murai Batu itu memang cocok untuk menjadi mesin pencetak uang karena harganya terus naik dan stabil karena seperti harga tanah dan emas. Burung Murai Batu adalah ikon di dunia burung berkicau yang tampil di arena festival dan kompetisi burung berkicau. Selain untuk investasi masa depan dan hobi mendengarkan merdunya suara burung. Ternyata ternak Burung Murai Batu itu sangat membantu pelestarian burung berkicau di alam bebas karena bisa meminimalis perburuan Burung Murai Batu di alam liar.

Dimanapun kompetisi burung berkicau digelar kelas Murai Batu selalu dipersiapkan untuk tampil jadi jawara dengan menunjukan kemampuan terbaiknya. Sejak tradisi kontes burung berkicau digelar di Indonesia tahun 1970an yang hanya terdapat dua kelas yang di lombakan yakni kelas impor dan kelas lokal. Untuk kelas impor ada Burung Kenari, Poks ay, Wha Mei dan Blackthroat dan kelas lokal ada Burung Murai Batu yang juga bisa mengekprsikan diri sebagai petarung di kelas campuran.

Burung Murai Batu atau Copsychus Malabaricus atau White Rumped Shama yang sering disebut oleh orang eropa sedangkan di Indonesia sering di bilang Burung Kucica Hutan atau Murai Rimba dan Murai Batu. Dahulu Burung Murai Batu mudah di lihat di Pulau Sumatra, Kalimantan dan Pulau Jawa. Namun, Kini Burung Murai Batu di Pulau Jawa sudah sangat sulit ditemukan di alam liarnya bahkan tempat populasi paling tinggi di Pulau Sumateran dan Kalimatan juga mulai sulit ditemukan.

“Saya sangat senang bisa menjadi salah satu breeding Burung Murai Batu di Indonesia untuk pelestariannya di alam liar. Saya akan terus cetak Burung Murai Batu dengan Ring ARBF agar perburuan Burung Murai Batu di alam liar semakin berkurang,”ujarnya yang sudah tiga tahun melakukan penelitian ternak Burung Murai Batu dan baru berhasil ternak Burung Murai Batu di tahun 2016. Kini sudah ada 7 ekor anakkan Burung Murai Batu dari trah Burung-Burung Murai Batu jawara di arena festival dan kompetisi burung berkicau.

Burung Murai Batu seperti Malaikat Maut, Phonix Ring Arco, Ring BnR salah satu Burung Murai Batu yang berhasil di ternak Adji Rante dengan nama Ring ARBF ada juga Burung Murai Batu Borneo dan Murai Batu Medan Balak 8 dan 6. Dengan ukuran kandang 1,5 M X 2 M X 3 M dan jangan lupa berikan tempat mandi, pakan, air minum pasti Air Tirto Kukilo, tangkringan, pohon dan sudah pasti ada kandang untuk bertelurnya. Selanjutnya saya ingin pakai Pakan Voer Ronggolawe Hijau Rumput Laut dan Ebod Strong pastinya. Jangan lupa kesini ya! Piala Brother SF Minggu 04 Desember 2016 di Taman Wiladatika Cibubur dengan tiket Rp1 juta dan tagetnya bisa bawa pulang Rp50 juta, 2 tiket umroh gratis, 2 unit sepeda motor, tv, sangkar dan uang total Rp2 juta dari panitia dan Ebod Jaya dan Ronggolawe Nusantara.(Ahmadi/36 November 2016)

 


Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login